Pemkot Canangkan Perizinan Satu Hari Jadi

Peningkatan pelayanan publik di Kota Pontianak menjadi prioritas Walikota Pontianak, Sutarmidji sebagaimana visi dan misi yang diusungnya. Gebrakan demi gebrakan dilakukan untuk perbaikan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setelah sebelumnya memberikan potongan retribusi dua persen per hari setiap keterlambatan izin yang dikeluarkan serta penghapusan sejumlah perizinan, Kamis (31/5) Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mencanangkan pelayanan perizinan satu hari jadi khusus Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) tanpa dipungut biaya apapun. Pencanangan ini sekaligus melaunching website resmi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak, www.bp2t.pontianakkota.go.id yang digelar di Gedung Terpadu Jalan Sutoyo.
            Sutarmidji mengatakan, percepatan jenis perizinan tersebut sebagai komitmen Pemkot dalam memberikan pelayanan terbaik  dan optimal bagi masyarakat. Tidak hanya itu, dia juga minta BP2T supaya website yang dikelolanya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui sampai dimana proses izin yang dimohon dengan cara cukup memasukkan nomor register pendaftarannya. “Sehingga masyarakat tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari informasi izin yang dimohonnya,” ujar Sutarmidji.
            Untuk perbaikan pelayanan perizinan, Sutarmidji meminta BP2T mengevaluasi semua jenis perizinan supaya pelayanan yang diberikan semakin hari semakin cepat. “Supaya kedepannya kita bisa melakukan terobosan-terobosan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berikan pelayanan yang cepat dan transparan,” tegasnya.
            Dia juga menegaskan, setiap permohonan perizinan harus masuk dan keluar melalui loket yang ada di BP2T tanpa pengecualian. Setiap permohonan yang sudah masuk di loket BP2T dan persyaratannya lengkap maka yang dikeluarkan adalah izin sesuai dengan yang dimohon. “Setiap permohonan masuknya lewat loket dan keluarnya pun lewat loket. Ketika permohonan sudah masuk loket, maka yang keluar adalah izin. Bukan pengembalian berkas ataupun penambahan persyaratan lagi,” ungkapnya.
            Sementara itu, Kepala BP2T Kota Pontianak, Eka Kusumawati menuturkan, tersedianya website BP2T ini, diharapkan masyarakat atau pelaku usaha aktif memanfaatkan fasilitas website BP2T ini untuk memenuhi kebutuhan informasi termasuk menyampaikan penilaian dan aspirasi dalam bentuk pengaduan dan kritik terhadap jalannya penyelenggaraan pelayanan perizinan. “Keaktifan masyarakat ini, tentunya akan sangat penting peranannya bagi upaya perbaikan kinerja pelayanan perizinan,” terangnya.
            Berdasarkan data per 30 April 2012 ini, BP2T telah menerbitkan sebanyak 4.445 izin dari seluruh jenis perizinan yang dilayani. Sedangkan retribusi Izin Gangguan telah mencapai 74,47 persen atau senilai Rp 816 juta lebih. Dengan motto dan semboyan “Cepat, Ramah, Pasti dan Akuntabel (Ceria)” , BP2T berupaya memberikan pelayanan terbaik dan optimal di bidang perizinan dalam rangka meningkatkan investasi di Kota Pontianak. (jim)

Tanjung Hulu Galang Donasi Seribu Buku

Selaras dengan visi dan misi Kota Pontianak yakni salah satunya peningkatan sumber daya manusia (SDM), Kelurahan Tanjung Hulu menggalang donasi seribu buku yang digelar di Kantor Lurah Tanjung Hulu, Kamis (31/5). Penggalangan donasi seribu buku ini merupakan program inovasi unggulan yang diusung Kelurahan Tanjung Hulu sebagai upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan SDM agar lebih baik. Aksi ini mendapat sambutan baik dari masyarakat, terbukti dari target seribu buku namun yang berhasil terkumpul hingga saat dicanangkannya sudah melampaui hingga mencapai hampir dua ribu buku.
            Asisten Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Raihan mengatakan, penggalangan donasi seribu buku ini merupakan langkah awal dalam upaya mencerdaskan masyarakat dan meningkatkan SDM yang menjadi salah satu visi dan misi Kota Pontianak. “Ini merupakan upaya yang baik dalam mendukung visi dan misi Kota Pontianak khususnya meningkatkan kemampuan SDM yang kita miliki,” ujar Raihan.
            Dia menambahkan, meskipun Kota Pontianak tidak memiliki sumber daya alam namun SDM yang dimiliki bisa menjadi potensi untuk pembangunan kota ini. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen meningkatkan SDM dengan berbagai upaya diantaranya memberikan beasiswa bagi siswa berpestasi, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, mendirikan sekolah kejuruan dan lainnya.
            Raihan mengingatkan, buku-buku yang terkumpul ini jangan hanya disimpan saja di dalam lemari tetapi manfaatkan buku-buku itu dengan membacanya untuk memperkaya ilmu yang dimiliki sehingga memberikan manfaat baik bagi yang membacanya maupun orang lain. “Mari kita ajak tetangga kita, teman, saudara dan yang lainnya untuk gemar membaca karena banyak manfaat yang diperoleh dari buku-buku yang kita baca terutama menambah pengetahuan kita lebih luas,” katanya.
            Sementara itu, Lurah Tanjung Hulu, M Saleh menuturkan, buku-buku yang terkumpul ini akan didistribusikan di wilayah Kelurahan Tanjung Hulu khususnya yang berada di pinggiran Sungai Kapuas dengan membuka perpustakaan di lingkungan rumah warga. “Selain itu kita distribusikan di posyandu, sekolah-sekolah dan puskesmas di Kelurahan Tanjung Hulu,” tuturnya.
            Dia mengajak masyarakat meningkatkan minat baca dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja dan lainnya. “Tanamkan gemar membaca sejak dini kepada anak-anak kita, jadikan membaca sebagai gaya hidup,” pungkasnya.
Dalam gerakan donasi seribu buku ini, Asisten Administrasi dan Pembangunan menyerahkan secara simbolis bantuan buku-buku bacaan kepada Lurah Tanjung Hulu. (jim)

Siswa Nilai Tertinggi Dapat Bonus Rp 10 Juta

Sebanyak enam siswa/siswi yang berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Pontianak, Selasa (29/5) menerima bonus masing-masing uang sebesar Rp 10 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Bonus ini diserahkan langsung oleh Walikota Pontianak, Sutarmidji di ruang kerjanya kepada siswa/siswi SMA dan SMK yang berhasil meraih nilai tertinggi.
            Menurut Sutarmidji, bonus yang diberikan kepada siswa/siswi tersebut merupakan bonus lantaran mereka berhasil meraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional (UN), sedangkan beasiswa tetap diberikan sebagai salah satu program Pemkot dalam menunjang dunia pendidikan. “Jadi kita berikan bonus bagi mereka yang berhasil memperoleh nilai tertinggi, sedangkan beasiswa juga akan kita berikan bagi mereka,” ujar Sutarmidji.
            Adapun siswa/siswi yang memperoleh nilai tertinggi adalah Agus Maulidan dari SMA Negeri 1, Erwin Sutiono dari SMAK Immanuel, Ricky juga berasal dari SMAK Immanuel, Dedi Fachreza dari SMA Negeri 1, Jessica Eka Putri dari SMA Santo Petrus dan Martono berasal dari SMK Negeri 3.
            Terkait turunnya peringkat Kota Pontianak dalam tingkat kelulusan UN menjadi peringkat keenam, Sutarmidji mengungkapkan turunnya peringkat tersebut sudah diprediksi sebelumnya mengingat target untuk meraih peringkat teratas baru saja dicanangkan tahun lalu. “Tahun ini kita akan minta pakar pendidikan mendampingi Dinas Pendidikan untuk memperbaikinya. Kita baru saja melakukan uji kompetensi guru karena ini sangat penting dalam penentuan tingkat kelulusan siswa/siswi,” katanya.
            Siswa/siswi yang meraih nilai tertinggi itu tidak hanya berasal dari sekolah negeri namun juga swasta. Menanggapi ini, Sutarmidji mengatakan, hal ini menunjukkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak merata. “Ada tiga orang yang berasal dari sekolah negeri dan tiga lagi dari swasta. Ini menunjukkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak merata,” terangnya.
            Salah seorang siswa yang meraih nilai tertinggi, Martono dari SMK Negeri 3 mengatakan, dirinya berhasil meraih nilai tertinggi selain belajar dengan giat, juga kerap mengerjakan soal-soal untuk persiapan UN. “Saya akan melanjutkan ke Universitas Tanjungpura mengambil jurusan akuntansi,” kata siswa berkacamata ini.
            Senada dengan Martono, Erwin Sutiono, siswa SMAK Immanuel mengungkapkan, persiapannya dalam menghadapi UN yakni dengan mengerjakan soal-soal latihan serta mengikuti bimbingan belajar. Untuk melanjutkan pendidikannya, dia akan mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Amerika Serikat dengan spesialisasi engineering sesuai dengan bidang yang diminatinya. “Saya tertarik melanjutkan studi di sana karena ingin mencoba sesuatu yang baru dan ini merupakan tantangan buat saya,” pungkasnya. (jim)

Followship

 
 

© Bluberry Template Copyright by Kota Pontianak

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks