Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Tanamkan Tauladan Rasulullah Sejak Dini

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terkandung pengertian dan penghayatan mendalam serta mendasar terhadap kualitas dan kuantitas amalnya. Untuk menanamkan nilai-nilai tauladan Nabi Muhammad SAW, khususnya terhadap generasi muda, Pengurus Daerah Wanita Islam Kota Pontianak menggelar berbagai perlombaan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (12/2) di aula rumah jabatan Wakil Walikota Pontianak. Perlombaan yang digelar yakni lomba mewarnai kaligrafi dan lomba hafalan surah pendek untuk tingkat TK dan PAUD, serta lomba adzan dan ceramah untuk tingkat SLTA.
            Wakil Walikota Pontianak, Paryadi menyambut baik digelarnya perlombaan ini sebagai upaya menanamkan nilai-nilai yang patut ditauladani dari Rasulullah, khususnya bagi generasi penerus bangsa. “Sudah seharusnyalah kita menanamkan sejak dini nilai-nilai tauladan Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan generasi muda Islam,” ujar Paryadi.
            Dia berharap, melalui kegiatan ini generasi muda Islam termotivasi untuk mencontoh dan menauladani kepribadian Nabi Muhammad SAW serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Saya berharap dengan kegiatan perlombaan ini dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat membentuk karakter anak sejak dini sehingga mereka mampu memfilter hal-hal negatif dalam pergaulan sehari-hari,” harapnya.
            Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Uliyah Hidayati, menuturkan, lomba ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh organisasi Wanita Islam sebagai momentum untuk membuat target keinsafan dari kemungkaran dan peningkatan untuk kema’rufan dalam berbagai aspek kehidupan. “Kita berharap generasi muda Islam bisa membendung hal-hal negatif akibat dampak yang ditimbulkan dari perkembangan zaman,” tuturnya.
            Menurut Uliyah, kegiatan perlombaan ini diikuti 330 peserta yang terdiri dari untuk tingkat TK dan PAUD, lomba mewarnai kaligrafi sebanyak 150 peserta, lomba hafalan surah pendek 130 peserta. Sedangkan untuk tingkat SLTA terdiri dari lomba adzan 20 peserta dan lomba ceramah 30 peserta. (jm)
           

Kecamatan Ponbar Kembali Rebut Juara Umum MTQ

Kafilah Kecamatan Pontianak Barat kembali merebut gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 24 Kota Pontianak menyisihkan lima kecamatan lainnya. Pengumuman pemenang ini dibacakan oleh Koordinator Dewan Hakim MTQ ke 24 Kota Pontianak, Aswani Samhudi, Selasa (7/2) malam pada acara penutupan MTQ Tingkat Kota Pontianak.
            Walikota Pontianak, Sutarmidji berharap, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak beserta jajarannya agar mempersiapkan kontingen Kota Pontianak dalam menghadapi MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Kabupaten Melawi mendatang. “Dan saya berharap kita tetap bertekad untuk mempertahankan juara umum itu. Tidak gampang untuk mempertahankan itu karena semua kabupaten/kota pasti sudah mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya,” kata Sutarmidji.
            Menurut dia, persiapan yang dilakukan diantaranya meningkatkan kualitas dalam bacaan serta mampu meningkatkan kualitas dalam berbagai jenis cabang yang diperlombakan di MTQ tingkat provinsi mendatang. Dia juga berpesan kepada peserta yang akan mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Kalbar mendatang supaya mempersiapkan segalanya karena training center (TC) yang dilakukan oleh LPTQ waktunya terbatas. “Jadi masing-masing saya harap bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi MTQ Tingkat Provinsi Kalbar yang waktunya tidak lama lagi,” pesannya.
            Penyelenggaraan MTQ Kota Pontianak di Kecamatan Pontianak Barat ini dinilai Sutarmidji berjalan dengan baik dan sukses. “Sukses kepada Kecamatan Pontianak Barat, selamat atas bisa mempertahankan juara umum. Mudah-mudahan kedepan tetap bisa terus memperbaiki kualitas pemahaman Al Qur’an bagi masyarakatnya,” harapnya.
            MTQ ke 24 Tingkat Kota Pontianak ini ditutup dengan melelang sejumlah lukisan seni kaligrafi karya peserta MTQ yang juga merupakan salah satu cabang yang diperlombakan. (jm)

Qori Qoriah MTQ Berprestasi Jadi PNS

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan bagi qori dan qoriah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang telah mengharumkan nama Kota Pontianak, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah merekrut beberapa qori dan qoriah sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Pontianak. “Beberapa diantara qori dan qoriah sudah kita rekrut sebagai pegawai negeri di jajaran Pemkot Pontianak. Ini merupakan suatu perhatian khusus dari Pemkot,” ujar Walikota Pontianak, Sutarmidji saat membuka MTQ ke-24 Kota Pontianak, Jum’at (3/2) malam di halaman Kantor Camat Pontianak Barat.
            Dia berharap, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak terus memantau para qori dan qoriah yang ikut serta mengharumkan nama Kota Pontianak dalam MTQ sehingga jika ada yang mungkin bisa diterima dijajaran Pemkot Pontianak, baik itu perusahaan daerah maupun PNS perlu mendapat perhatian. “Penghargaan seperti itu sangat bermanfaat bagi mereka dibandingkan dengan materi yang kita berikan,” katanya.
            Sebagai bentuk penghargaan bagi para peserta yang mendapat gelar juara MTQ ke-24  Kota Pontianak ini, lanjutnya lagi, dana yang disiapkan dua kali lipat lebih besar dari MTQ sebelumnya.
            Walikota mengatakan, dirinya sependapat dengan LPTQ untuk membentuk sekretariat bersama lembaga-lembaga keagamaan yang lokasinya terletak di dekat Gedung LPTQ. “Dari sisi anggaran, mudah-mudahan tahun depan bisa kita laksanakan pembangunannya. Saya berkeinginan punya sekretariat bersama organisasi keagamaan, mudah-mudahan ini bisa kita wujudkan secepatnya,” tuturnya.
            Selain itu, bertepatan momentum MTQ ini, Sutarmidji mengajak umat Islam untuk merefleksikan diri supaya menjadikan Al Quran maupun hadits-hadits Rasulullah serta sumber hukum Islam lainnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari dalam segala bidang.
            Dalam kondisi sekarang ini, menurutnya, anak-anak perlu mendapat perhatian khusus terutama dalam pemahaman terhadap ajaran agama Islam. “Mudah-mudahan kita bisa dan kita semakin berupaya untuk tahu tentang apa yang dilakukan anak-anak kita. Dasar keagamaan harus kita tanamkan sejak dini agar mereka bisa tumbuh menjadi anak yang bisa memfilter terhadap kemajuan ilmu dan teknologi karena tanpa pemahaman ajaran agama yang baik, sulit bagi anak untuk memfilter kemajuan ilmu dan teknologi,” tegasnya.
            Walikota juga sangat berharap para qori dan qoriah Kota Pontianak bisa berkiprah di tingkat nasional maupun internasional karena masyarakat sangat merindukan adanya penghargaan tingkat nasional dan internasional yang diraih para qori dan qoriah Kota Pontianak khususnya, dan Kalimantan Barat umumnya. “Mudah-mudahan, LPTQ Kota Pontianak, LPTQ Provinsi Kalbar bisa mewujudkan kerinduan masyarakat Kalbar, masyarakat Kota Pontianak akan penghargaan tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Pelaksanaan MTQ ke 24 Kota Pontianak ini digelar mulai tanggal 3 sampai 7 Februari di halaman Kantor Camat Pontianak Barat. MTQ ini sekaligus seleksi untuk tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Melawi, April mendatang. Jumlah keseluruhan peserta yakni sebanyak 159 orang terdiri dari Kecamatan Pontianak Barat sebanyak 29 peserta, Pontianak Timur 23 peserta, Pontianak Utara 32 peserta, Pontianak Tenggara 21 peserta, Pontianak Kota 25 peserta dan Pontianak Selatan 29 peserta. (jm)

100 Petugas Fardhu Kifayah Terima Bantuan

Sebanyak 100 orang petugas fardhu kifayah se Kota Pontianak, Selasa (13/12) menerima bantuan berupa uang transportasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Penyerahan bantuan ini digelar di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Walikota, diserahkan secara simbolis oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kasri Sukirno. Bantuan ini diberikan untuk satu tahun terhitung mulai bulan Januari hingga Desember 2011 sebesar Rp 1,8 juta per orang. Sumber dana berasal dari APBD Pemkot Pontianak.
            Menurut Kasri, di Kota Pontianak terdapat beberapa kelompok fardhu kifayah yang dibentuk masyarakat melalui pengurus masjid dan surau. “Ini merupakan upaya masyarakat untuk melaksanakan kewajiban bagi orang yang masih hidup terhadap setiap orang yang telah meninggal dunia, sebagai upaya mendukung pemerintah dalam memberikan pelayanan fardhu kifayah kepada masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya.
            Pemkot Pontianak mulai tahun 2011 ini mengucurkan bantuan berupa uang transportasi kepada petugas fardhu kifayah se Kota Pontianak sebanyak 100 orang. Berdasarkan data yang ada, jumlah petugas fardhu kifayah di enam wilayah kecamatan sebanyak 298 orang. “Mudah-mudahan bantuan ini setiap tahunnya dapat kita tingkatkan jumlah penerimanya sehingga dapat mengakomodir semua petugas fardhu kifayah yang telah melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat di Kota Pontianak,” harapnya.
            Dia juga berharap, bantuan yang diberikan ini dapat mempunyai nilai manfaat dan memberikan motivasi, semangat pengabdian dalam melayani masyarakat untuk meraih keridhoan Allah, SWT.
            Sementara itu, Kepala Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Ade Halida, mengungkapkan, bantuan transportasi bagi petugas fardhu kifayah untuk tahun anggaran 2012 mendatang akan diberikan secara semester atau enam bulan sekali sebesar Rp 900 ribu per semester. “Jadi, setiap enam bulan sekali bapak ibu akan menerima bantuan sebesar Rp 900 ribu per orang,” katanya.
            Bantuan kepada petugas fardhu kifayah ini sebagai bentuk penghargaan dan pembinaan Pemkot terhadap kegiatan petugas fardhu kifayah yang telah memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang telah meninggal dunia dalam memenuhi syariat Agama Islam. (jm)

Hayati Makna Yang Terkandung Dalam Kurban

Kurban bukan hanya sekedar penyembelihan hewan akan tetapi bagaimana umat Islam menghayati makna yang terkandung di dalamnya. Hal ini diungkapkan Walikota Pontianak, Sutarmidji usai melaksanakan Shalat Idul Adha, Minggu (6/10)  di halaman depan Makodam. Wakil Walikota Pontianak, Paryadi, jajaran Muspida dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak serta masyarakat memenuhi seluruh lapangan untuk melaksanakan Shalat Idul Adha berjamaah.
            Sutarmidji menambahkan, dalam memaknai kurban setiap umat Islam hendaknya memerangi nafsu jahat yang ada pada diri masing-masing serta kembali kepada ajaran-ajaran yang dianjurkan Allah, SWT dan menjauhi larangan-laranganNya. “Saya berharap umat Islam di Kota Pontianak semakin memahami makna dari Hari Raya Idul Kurban ini dalam implementasi kehidupannya sehari-hari sehingga sikap toleransi, saling menghargai dan sikap saling menolong itu tetap tumbuh dalam hati sanubari mereka,” ujar Sutarmidji.
            Dia menambahkan, jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dari tahun lalu. Tahun ini jumlah hewan kurban di Kota Pontianak terdiri dari 681 ekor sapi dan 682 ekor kambing. Sementara Pemkot Pontianak menyumbang 24 ekor sapi yang dikumpulkan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
            Kendati daging kurban boleh diberikan kepada siapa pun, namun Sutarmidji mengingatkan agar pemberian daging kurban lebih mengutamakan fakir miskin. “Kalau diberikan kepada yang berhak itu lebih diutamakan, maka fakir miskin tidak akan ada. Terkecuali, mereka memang tujuannya untuk mengumpulkan daging kurban, pergi ke sana dan ke sini,” paparnya.
            Sementara itu, Khatib Shalat Id, Syarif dalam khutbahnya yang berjudul “Haji Itu Mengenal”, menjelaskan mengenal yang dimaksudkan adalah mengenal diri sendiri yang sedang terperangkap dalam manusia. “Dengan mengenal diri kita yang sebenar diri, kita mengenal Nur Allah yang sesungguhnya kita temui dalam berhaji,” jelas Syarif.
            Makna puncak perayaan Hari Raya Idul Adha menurutnya adalah ibadah kurban untuk menyembelih insan yang berwujud sifat kufur. “Itulah puncak makna Idul Adha, jika sifat-sifat kufur itu tetap bercokol maka tandanya kurban yang dilakukan tidak ditilik oleh Allah walau sebanyak apapun,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Walikota menyerahkan secara simbolis satu ekor sapi kepada pengurus Masjid Jami’. (jm)

Cegah Konflik Antar Agama dan Etnis

Menyikapi keprihatinan terkait aktivitas konflik di beberapa daerah yang dapat memicu kerawanan sosial serta mencermati kondisi Kota Pontianak, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Pontianak, Rabu (21/9) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Forum Pembaharuan Kebangsaan, Forum Komunikasi Umat Beragama dan Komunitas Intelijen Daerah di aula rumah jabatan Wakil Walikota Pontianak.
            Menurut Wakil Walikota Pontianak, Paryadi mengatakan rakor yang melibatkan tokoh-tokoh agama maupun etnis ini sebagai upaya meningkatkan kebersamaan antar agama dan antar etnis yang ada di Kota Pontianak sehingga masyarakat paling bawah bisa melihat langsung keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara di kota ini. “Paling tidak tokoh-tokoh agama dan etnis bersatu, duduk satu meja dan bergandengan tangan dalam kegiatan apapun sebagai cerminan kehidupan masyarakat kita yang harmonis,” ujar Paryadi usai memimpin rakor.
            Dia menilai, potensi konflik di Kota Pontianak ini ada namun dalam konteks tertentu, misalnya kegiatan olahraga yang dapat memicu perkelahian dan bisa saja berkembang. “Ini bisa saja disebabkan umumnya pemuda atau remaja yang memiliki rasa ego dan semangat yang begitu tinggi sehingga berpotensi timbulnya konflik. Ini yang kita coba berikan pemahaman kepada masyarakat dalam mencegah munculnya konflik,” jelasnya.
            Untuk itu, sebagai salah satu tindak lanjut dari rakor ini, lanjut dia, dengan mengambil momen Hari Jadi Kota Pontianak bulan Oktober mendatang, tokoh-tokoh yang hadir berinisiatif untuk menggelar semacam doa atau ikrar bersama antar tokoh agama dan etnis. “Kita sedang menggodok ini, apakah nantinya dalam bentuk doa bersama atau ikrar bersama dalam mewujudkan kehidupan antar agama dan antar etnis yang harmonis di Kota Pontianak,” tutupnya. (jm)

Lestarikan Tradisi Halal Bihalal

Untuk mempererat tali silaturrahmi pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Senin (12/9), Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Pontianak menggelar halal bihalal di aula rumah jabatan Wakil Walikota Pontianak. Halal bihalal ini dihadiri anggota PWRI yang terdiri dari mantan pejabat Pemkot serta pensiunan pegawai lainnya. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Pontianak, Paryadi.
            Paryadi mengatakan, halal bihalal ini bisa menjadi wadah bagi seluruh anggota PWRI untuk saling bersilaturahmi dan bertemu satu sama lainnya setelah beberapa tahun lamanya memasuki masa pensiun. “Dengan halal bihalal ini kita bisa saling memaafkan satu sama lainnya, yang mungkin ada kesalahan dan kekhilafan yang kita buat baik itu disengaja maupun tidak disengaja,” ujar Paryadi mengawali sambutannya di hadapan anggota PWRI yang hadir.
            Wakil Walikota menambahkan, halal bihalal ini merupakan suatu tradisi dalam masyarakat Indonesia yang perlu terus dilestarikan. “Ini merupakan tradisi yang unik dan baik untuk kita lestarikan. Artinya, rasa persaudaraan dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menumbuhkembangkan semangat persaudaraan untuk saling bekerja sama,” katanya.
            Sementara itu, Ketua PWRI Kota Pontianak, Laswardi Firman menghimbau kepada seluruh anggota PWRI agar segera memberitahukan jika ada yang mengalami musibah atau ada pihak keluarga yang meninggal dunia. “Tolong jika ada anggota PWRI yang mengalami musibah, hubungi kami minimal melalui telepon,” pungkasnya.
Usai acara halal bihalal, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah doorprize kepada anggota PWRI yang beruntung. (jm)

Malam Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan

Memasuki sepuluh hari ketiga bulan suci Ramadhan, merupakan tahap final dari 30 hari dalam melaksanakan ibadah puasa. “Ibarat sebuah kompetisi, sekarang ini sudah masuk babak finalisasi. Kita sudah melakukan penyisihan mulai malam pertama tarawih, hari pertama puasa hingga malam ini,” ujar Wakil Walikota Pontianak, Paryadi di hadapan jamaah Shalat Tarawih dalam rangkaian kegiatan safari Ramadhan, Jum’at (26/8) malam di Masjid Darul Falah, Jalan Prof M Yamin Kota Baru.
            Dia berharap, seluruh umat Islam menjadi orang-orang yang konsisten dan memberikan sebuah tanggung jawab yang besar terhadap keyakinan dalam menegakkan agama Allah.
            Selain itu, Paryadi mengajak kaum muslimin untuk benar-benar melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini karena Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan yang datangnya setahun sekali ini. “Belum tentu tahun depan kita masih bisa bertemu bulan suci Ramadhan, karena kita tidak pernah tahu kapan kita dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa, Allah SWT,” tukasnya.
            Dia menjelaskan, jika semua orang tahu keistimewaan bulan suci Ramadhan  dan betapa banyaknya pahala yang diturunkan Allah SWT, sudah tentu semua umat Islam menginginkan sebelas bulan menjadi bulan Ramadhan.
            Paryadi menuturkan, salah satu malam istimewa di bulan Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar, suatu malam yang lebih baik seribu bulan. “Istimewanya adalah karena malam Lailatul Qadar hanya diberikan pada umat Nabi Muhammad SAW dan tidak pernah diberikan pada umat nabi sebelumnya,” paparnya.
Dijelaskannya, bagi yang berpuasa, beribadah pada malam Lailatul Qadar maka pahalanya lebik baik dari beribadah seribu bulan atau 83 tahun plus 4 bulan. “Pada malam Lailatul Qadar yang istimewa tersebut para malaikat turun termasuk malaikat Jibril dan kedamaian  akan terus berlunjut hingga terbit fajar,” jelas dia.
Untuk itu, Paryadi mengajak jamaah rajin beri’tikaf di masjid-masjid agar mendapatkan pahala dari Allah SWT. “Paling tidak, minimal kita mengevaluasi terhadap apa yang sudah kita lakukan,” pungkasnya. (jm)

Jajaran Pejabat Pemkot Gelar Open House

Sudah menjadi tradisi setiap Hari Raya Idul Fitri, jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar open house di kediaman rumah jabatan. Open house ini sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus silaturrahmi dan saling memaafkan. Selain itu juga agar masyarakat bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Kota Pontianak ini. “Open house ini digelar bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri yang nantinya ditetapkan oleh pemerintah. Jadi, open house ini disesuaikan waktunya dengan ketetapan pemerintah kapan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, M Akip, Kamis (25/8) di rumah jabatannya.
            Meski demikian, open house Idul Fitri diperkirakan jatuh pada hari Selasa, tanggal 30 Agustus mendatang. Open house ini hanya digelar selama dua hari. Adapun jadwal open house di rumah jabatan Walikota Pontianak, Sutarmidji, Jalan Abdurrahman Saleh yakni hari pertama lebaran mulai jam 10.30 WIB hingga jam 21.00 WIB. Hari kedua Idul Fitri open dimulai jam 10.00 WIB hingga jam 17.30 WIB
            Sedangkan open house rumah jabatan Wakil Walikota Pontianak, Paryadi, Jalan KS Tubun untuk hari pertama dan kedua Idul Fitri dimulai jam 11.00 WIB hingga 20.00 WIB.
            Open house rumah jabatan Sekda Kota Pontianak, M Akip, Jalan Abdurrahman Saleh (belakang Bank Indonesia), hari pertama mulai jam 13.00 WIB hingga 22.00 WIB. Hari kedua mulai jam 10.00 WIB sampai jam 22.00 WIB.
            Dia mempersilahkan masyarakat untuk datang bersilaturrahmi, baik itu di rumah Walikota, Wakil Walikota maupun dirinya sebagai Sekda. “Silakan bagi siapa saja untuk datang bersilaturrahmi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” ucapnya.
            Selain itu, Akip juga menyampaikan terima kasihnya kepada warga Kota Pontianak yang telah menjaga stabilitas dan situasi kota ini aman dan kondusif selama bulan suci Ramadhan. “Saya berharap semoga situasi kondusif ini bisa terus terjaga kedepannya,” tutupnya. (jm)

Puasa Tak Hanya Sekedar Penuhi Kewajiban


Kedatangan Bulan Ramadhan patut disyukuri oleh seluruh umat Islam karena tidak semua orang yang bisa kembali bertemu dengan bulan yang penuh rahmat ini. “Kita harus bersyukur masih dipertemukan oleh Allah, SWT pada bulan Ramadhan ini karena banyak saudara-saudara kita, tetangga kita, orang-orang terdekat kita yang telah lebih dulu meninggalkan kita,” ujar Wakil Walikota Pontianak, Paryadi dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Nurul Hasanah, Jalan Purnama II, Sabtu (13/8) malam sebelum melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah.
            Dalam tausiyahnya, Paryadi menuturkan pada bulan Ramadhan ini banyak pahala yang diturunkan Allah, SWT. Tidak hanya itu, banyak faedah-faedah lainnya berpuasa di bulan Ramadhan ini, salah satu contoh adalah adanya kedekatan batin dengan Allah, SWT. “Puasa bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban saja, akan tetapi banyak faedah yang bisa kita dapatkan salah satunya dari segi kesehatan,” jelasnya.
            Paryadi menjelaskan, tubuh manusia ibarat sebuah kendaraan yang perlu diservis, namun servis yang dilakukan pada tubuh manusia yakni dengan menjalankan ibadah puasa.
            Untuk itu, dia mengajak umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini dengan khusyuk dan mengisinya dengan memperbanyak ibadah. “Mari kita isi bulan Ramadhan ini dengan berbondong-bondong ke masjid-masjid, perbanyak ibadah serta rajin bersedekah,” pungkasnya. (jm)

Followship

 
 

© Bluberry Template Copyright by Kota Pontianak

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks