Jalankan Tugas Sesuai dengan Mekanisme

Walikota Pontianak, Sutarmidji, Selasa (7/8) melantik Nasrun A Rahim sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Pasar. Pelantikan ini untuk mengisi kekosongan jabatan dirut Bank Pasar. “Dan saya berharap direktur utama yang definitif ini bisa melaksanakan tugas pengelolaan Bank Pasar sesuai dengan mekanisme perbankan,” ujar Sutarmidji usai melantik Dirut Bank Pasar di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Walikota.
            Sutarmidji mengingatkan kepada dirut yang baru dilantik untuk tegas dan mentaati aturan-aturan yang berlaku tanpa memandang siapapun yang mengeluarkan rekomendasi untuk hal-hal yang menyimpang. “Saya berharap direktur utama dan jajarannya bisa untuk tidak melaksanakannya, siapapun itu yang mengeluarkan rekomendasi,” tegasnya.
            Kemudian untuk pengawasan Bank Pasar, Walikota meminta untuk mematuhi sistem pengendalian internal dan mentaati standar operasional. “Sehingga operasional Bank Pasar ini betul-betul bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak menimbulkan masalah baik itu untuk diri saudara sendiri beserta jajaran maupun institusi Bank Pasar itu sendiri,” pesannya.
            Menurut Sutarmidji, lembaga seperti perbankan ini sangat memerlukan kredibilitas atau kepercayaan masyarakat. “Semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat, maka akan semakin baik operasionalnya yang mengarah pada capaian-capaian target pendapatan bank itu sendiri,” tuturnya.
            Dia juga meminta Bank Pasar sebagai Bank Perkreditan Rakyat (BPR) lebih fokus pada usaha kecil menengah (UKM). Selain itu, bunga yang tidak kompetitif dibuat agar lebih kompetitif sehingga Bank Pasar bisa bersaing dengan bank-bank konvensional lainnya. “Bank-bank lainnya bisa memberikan bunga delapan hingga sembilan persen, kenapa Bank Pasar tidak bisa lebih di bawah itu. Padahal Bank Pasar tempatnya sudah disediakan, semuanya sudah disiapkan, betul-betul mengelola uang sendiri,” paparnya.
            Bank Pasar sebagai salah satu badan usaha yang dimiliki Pemkot Pontianak sejauh ini dinilai Sutarmidji cukup baik. Bahkan keuntungan yang diraup tahun ini mencapai Rp 600 juta. “Tapi saya yakin keuntungan itu masih bisa lebih tinggi lagi kalau kita bisa menjawab keinginan pasar seperti di pasar tradisional,” ucapnya.
            Sementara itu, Dirut Bank Pasar, Nasrun A Rahim mengatakan, untuk program jangka pendek Bank Pasar akan mencari keuntungan yang lebih tinggi lagi. Sedangkan jangka menengah, Bank Pasar juga akan menyediakan mesin ATM. Untuk jangka panjang, akan dibentuk kas-kas kecil di tiap-tiap pasar. “Dan bahkan mungkin saja akan dibentuk kantor cabang. Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (jim)

Tahun Depan Sekolah Gratis

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana mewujudkan pendidikan gratis bagi sekolah negeri tahun depan. Sedangkan bagi sekolah swasta, Pemkot akan memberikan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu. “Mudah-mudahan ini akan kita wujudkan sebagai bagian dari pemberian hak-hak anak,” ujar Walikota Pontianak, Sutarmidji usai membuka kegiatan peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Forum Anak Daerah (FAD) Kota Pontianak, Minggu (5/8) pagi di Hotel Orchardz.
             Pemenuhan hak-hak anak tidak hanya di bidang pendidikan, Pemkot juga telah memberikan asuransi bagi 22.500 anak dan jumlah ini akan lebih diperluas lagi untuk pemenuhan hak mereka sebagai anak. “Saya berkomitmen sebagai kepala daerah semaksimal mungkin memberikan apa yang menjadi hak-hak anak,” ungkapnya.
            Kerja keras Pemkot dalam pemenuhan hak-hak anak telah mengantarkan Kota Pontianak sebagai Kota Layak Anak (KLA). Setelah tahun lalu mendapat penghargaan sebagai KLA, tahun ini kembali Kota Pontianak meraih penghargaan tersebut. “Penghargaan Kota Layak Anak tahun ini kita dapat lagi, tanggal 5 September nanti akan diserahkan dan ini penghargaan yang kedua berturut-turut kita dapatkan,” tutur Sutarmidji.
            Menurutnya, ada 31 hak-hak anak di dalam Undang-undang Perlindungan Anak dan Pemkot berupaya semaksimal mungkin mewujudkan pemenuhan hak-hak anak tersebut.
            Sementara itu, Ketua FAD Kota Pontianak, Vientiny mengatakan, FAD adalah organisasi perhimpunan anak yang menyalurkan, mengarahkan dan mengumpulkan segala bentuk aksi-aksi anak, permasalahan-permasalahan yang dihadapi anak, di bawah pengawasan Komisi Perlindungan Anak dan bekerja sama dengan pemerintah. “Setiap anak memiliki empat hak utama yakni hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi,” jelasnya.
            Dia menambahkan, FAD sebagai organisasi yang dikelola oleh anak-anak memiliki program kerja satu tahun kedepan terkait apa-apa saja yang dilakukan dalam memenuhi empat hak utama anak. “Kami meminta kepada ayahnda dan ibunda di pemerintahan memberikan dukungan segala bentuk kegiatan kami baik dalam bentuk materi maupun moril,” pintanya. (jim)

Kecamatan Ponteng Santuni Kaum Dhuafa

Sebanyak empat kepala keluarga (KK) kaum dhuafa di empat kelurahan, yakni Kelurahan Bansir Laut, Bansir Darat, Bangka Belitung Darat dan Bangka Belitung Laut menerima santunan berupa sembako dari Kecamatan Pontianak Tenggara. Bantuan sembako ini terdiri dari beras 15 kilogram, 3 kaleng susu, 5 kilogram gula pasir, sirup 2 botol, 25 butir telur, 2 kilogram kopi, 1 kotak teh celup, mie instan 1 dus, minyak goreng 1 kilogram dan kue kering.
            Bantuan sembako ini diberikan kepada keluarga yang benar-benar kategori sangat miskin. Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Satryo beserta sejumlah lurah setempat.
            Diakui Satryo, bantuan yang diberikan ini memang terbatas kepada KK yang benar-benar layak mendapatkannya karena dana yang dimiliki pun juga terbatas. Selain itu, bantuan ini diharapkan tepat sasaran sehingga bisa memberikan manfaat bagi KK yang menerima apalagi mendekati Hari Raya Idul Fitri. “Sebenarnya masih banyak kaum dhuafa yang membutuhkan bantuan tetapi dikarenakan dana yang kami miliki terbatas jadi hanya beberapa KK saja yang kami santuni. Bantuan ini murni dari anggaran pribadi yang berasal dari sumbangan para staf kecamatan dan kelurahan,” ujar Satryo usai menyerahkan bantuan sembako di rumah salah satu warga, Jumat (3/8)
Kendati ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh Kecamatan Pontianak Tenggara, namun menurut Satryo, ini merupakan salah satu kegiatan sosial sekaligus beramal dengan berbagi rezeki bagi warga yang membutuhkan.
Suyoto (42), salah satu warga Gang Belitung 2 yang menerima bantuan merasa terharu karena masih ada yang peduli dengan mereka. “Selama ini, belum ada pihak manapun yang memberikan bantuan. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada pihak kecamatan. Syukur Alhamdulillah, sudah mau peduli dengan kami,” ucap Suyoto yang sudah 11 tahun menempati rumah dengan bangunan yang sudah miring di kawasan pinggiran Sungai Kapuas ini. (jim)

Followship

 
 

© Bluberry Template Copyright by Kota Pontianak

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks