Pemkot Capai Target WTP

Target Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  akhirnya tercapai. Hasil audit ini diterima Walikota Pontianak, Sutarmidji pada Rabu (16/5) di Kantor BPK.  Sebelumnya, Pemkot pernah menyandang predikat disclaimer, kemudian secara bertahap berhasil mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) hingga pada saat ini mendapat WTP. "Ini merupakan kerja keras kita selama ini, dari disclaimer ketika saya menjabat hingga sampai saat ini mendapat predikat WTP," kata Sutarmidji.
Dia menjelaskan, dengan diperolehnya predikat WTP ini berarti jalannya pengelolaan APBD sudah pada relnya. "Sehingga kita bisa melakukan percepatan-percepatan dalam pembangunan," tukasnya.
WTP menurut dia bukan berarti tidak ada temuan, tetapi temuan-temuan itu sangat kecil dan tidak mengakibatkan kerugian negara. "Hanya masalah administrasi saja, jadi tidak ada kerugian negara," imbuhnya.
Terkait percepatan pelayanan publik khususnya pelayanan perizinan, mulai 1 Juli ini Walikota Pontianak akan melaunching pelayanan perizinan Surat Tanda Izin Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) bisa selesai hanya dalam satu hari dan bisa ditunggu tanpa dipungut biaya.
Tak hanya itu, percepatan proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pun akan dipangkas menjadi 14 hari. Izin Gangguan (HO) dipersingkat menjadi 3 hari selesai. "Ini akan kita percepat terus karena kita ingin memberikan kemudahan kepada investor agar mereka tertarik untuk berinvestasi di sini," pungkasnya. (jim)

Lidah Buaya Paling Laris


Semarak MTQ XXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi tidak hanya dimeriahkan dengan pawai kendaraan hias, pameran pun turut digelar sebagai agenda rutin setiap penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi. Stand-stand pameran yang diisi oleh  kabupaten/kota se-Kalbar ini menarik minat masyarakat untuk mengunjungi pameran ini.
Salah satunya stand Kota Pontianak yang menampilkan produk unggulannya berupa lidah buaya. Menurut penjaga stand, Wawa, pengunjung yang datang sangat antusias apalagi minuman lidah buaya menjadi daya tarik mereka untuk membeli. "Padahal stok yang kita bawa ke sini cukup banyak tapi ludes dibeli pengunjung stand," ujar Wawa saat ditemui di lokasi Pameran MTQ, Selasa (15/5).
Dia menambahkan, sejak hari pertama hingga hari kedua saja jumlah transaksi di stand Kota Pontianak hampir mencapai Rp 2 juta.  Jumlah pengunjung pun hampir mencapai 200 orang kendati pameran baru dibuka dua hari. "Kita sama sekali tidak menyangka jumlah pengunjung yang datang cukup membludak, apalagi mereka tertarik membeli produk-produk yang kita tampilkan," ucap Wawa yang juga sebagai staf di Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pontianak.
Selain produk unggulan lidah buaya, baik itu dalam bentuk minuman maupun penganan, stand ini juga menampilkan berbagai kerajinan tangan seperti miniatur Tugu Khatulistiwa, miniatur meriam karbit, kerajinan dari akar keladi air, kain tenunan corak insang, hiasan pokok telur sebagai pelengkap prosesi pernikahan dan produk-produk lainnya.
Hasnah (30), warga Kabupaten Melawi, yang berkunjung ke stand Kota Pontianak mengungkapkan, dirinya senang bisa melihat langsung produk-produk lidah buaya yang ditampilkan dalam berbagai bentuk. "Saya kira lidah buaya itu hanya dibuat dalam bentuk minuman atau shampo, ternyata ada juga makanan seperti dodol atau permen lidah buaya serta minuman teh lidah buaya," tuturnya.
Stand Kota Pontianak tampil dengan ciri khasnya berupa ornamen rumah melayu bernuansa Islami dengan didominasi warna hijau dan kuning. Stand-stand yang ikut serta dalam pameran MTQ ini akan dinilai oleh panitia untuk dipilih stand mana yang berhak menjadi juara. (jim)

Kota Pontianak Tampilkan Lancang Kuning

Iring-iringan pawai takruf dan konvoi kendaraan hias, Sabtu (12/5) pagi mewarnai MTQ XXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Diantara konvoi kendaraan hias yang mewakili kabupaten/kota se-Kalbar, Kota Pontianak tampil dengan kendaraan hias berbentuk perahu Lancang Kuning kebanggaan masyarakat Kota Pontianak. Perahu Lancang Kuning ini cukup menarik perhatian masyarakat yang menyaksikannya, apalagi di atas kendaraan itu diiringi alunan tabuhan tar sehingga menambah semarak pawai kendaraan hias dalam rangka MTQ XXIV ini.
Perahu ini dikerjakan selama tiga hari dengan panjang 12 meter dan tinggi 1,20 meter. Selain itu, replika Masjid Mujahiddin yang baru juga turut menghiasi perahu Lancang Kuning. Salah seorang warga yang menyaksikan pawai kendaraan hias, Ayu (22) mengatakan, MTQ XXIV di Melawi ini sangat meriah apalagi ada pawai takruf dan kendaraan hias dari kabupaten/kota se-Kalbar. "Senang rasanya bisa melihat berbagai kendaraan hias yang menampilkan ciri khas masing-masing daerah. Seperti Kota Pontianak yang menampilkan perahu Lancang Kuning. Sebelumnya saya tidak tahu bagaimana bentuknya tapi dengan adanya replika kendaraan hias berupa perahu Lancang Kuning, saya jadi tahu apa itu Lancang Kuning," ucapnya.
Sebanyak 33 kafilah Kota Pontianak siap berlaga mengikuti MTQ XXIV Tingkat Provinsi Kalbar. (jim)

Followship

 
 

© Bluberry Template Copyright by Kota Pontianak

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks