Fun Bike Semarakkan Harjad Kota Pontianak

Perkumpulan pegawai negeri sipil hobi bersepeda di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang terbentuk dalam Komunitas Pegawai Naik Sepeda (PNS), menggelar fun bike dalam rangka memeriahkan peringatan hari jadi (harjad) Kota Pontianak ke 240 yang jatuh pada tanggal 23 Oktober mendatang. Demikian diungkapkan Sekretaris PNS, Abusamaah, Rabu (19/10) di ruang kerjanya.
            “Kegiatan fun bike ini digelar bekerja sama dengan salah satu event organizer dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Pontianak sekaligus mengkampanyekan bersepeda di kalangan masyarakat,” ujar Abusamah.
            Dia menambahkan, saat ini persiapan PNS sudah matang dalam menggelar even tersebut dan itu dibuktikan dengan beberapa sponsor siap mensukseskan kegiatan ini termasuk dukungan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pontianak. “Kita sudah mendapat dukungan penuh baik dari Dispora maupun pihak sponsor yang mendukung ajang fun bike ini,” katanya.
            Menurutnya, hingga saat ini komunitas sepeda yang ada di Kota Pontianak sudah diundang untuk mengikuti even fun bike yang pertama kalinya digelar oleh Komunitas PNS. Sedangkan rute yang akan ditempuh oleh peserta fun bike yakni start di kawasan car ree day pada pukul 06.00 WIB dan akan melewati Jalan Teuku Umar, HOS Cokroaminoto, Pak Kasih, Gusti Hamzah, Alianyang, Pangeran Natakusuma, Dr Sutomo, Sultan Syahrir dan finish di halaman Pontianak Convention Centre (PCC). “Panitia telah menyiapkan hadiah senilai jutaan rupiah dan doorprize,” jelasnya.
Sesuai semboyan PNS “Korpri Maju Terus”, kegiatan fun bike ini diharapkan mampu mengampanyekan olahraga sepeda yang ramah lingkungan dan bisa menarik pegawai negeri sipil lainnya untuk hobi bersepeda. “Kita berharap dengan adanya kegiatan fun bike ini bisa menarik minat yang lainnya untuk bersepeda,” pungkasnya.
Untuk pendaftaran fun bike ini, peserta tidak dipungut biaya. “Jadi, silakan bagi siapa saja yang ingin ikut bergabung dalam kegiatan fun bike ini bisa datang langsung pada tanggal 23 Oktober ke lokasi acara di kawasan Car Free Day, Jalan Ahmad Yani karena tidak dipungut biaya atau gratis,” tutupnya. (jm)

Sakit Bisa Jadikan Orang Jatuh Miskin

Walikota Pontianak, Sutarmidji mengungkapkan, sakit bisa menyebabkan seseorang menjadi jatuh miskin karena harus mengeluarkan biaya pengobatan yang tidak sedikit sehingga dia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. “Jadi, jaga kesehatan kita karena yang paling mahal itu adalah menjaga kesehatan,” ujar Sutarmidji, Selasa (18/10) saat membuka secara resmi kampanye Pekan Imunisasi Nasional (PIN) campak dan polio di halaman kediaman rumahnya, Jalan Tebu Gang Waris.
Untuk itu, dia meminta lurah dan camat agar memberikan perhatian yang serius terhadap warganya terkait pencegahan penyakit polio dan campak di wilayahnya masing-masing. “Saya berharap lurah dan camat memperhatikan hal-hal itu. Jangan sampai ada kasus-kasus baru khususnya penyakit polio dan campak,” ungkapnya.
Imunisasi ini merupakan suatu upaya dalam rangka memberikan kekebalan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit seperti TBC, disperi, hepatitis, tetanus, campak dan polio.Untuk mendukung kampanye imunisasi campak dan polio bagi balita, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyiapkan 527 pos PIN di seluruh Kota Pontianak.
Sutarmidji mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan pekan imunisasi campak dan polio agar anak-anak Kota Pontianak terhindar dari kedua penyakit ini. “Sehat itu penting untuk diberikan kepada anak-anak kita karena kita tidak tahu generasi mereke ke depan, tantangan kehidupan mereka akan lebih besar sehingga perlu disiapkan dari sekarang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Walikota berpesan kepada orang tua yang memiliki balita agar tidak memberikan asupan makanan-makanan ringan sembarangan. “Apalagi di sekolah, di sekolah itu tidak ada jaminan makanan yang dijual itu sehat. Kita lihat di televisi itu banyak sekali pengelabuan-pengelabuan terhadap makanan-makanan yang dijual di sekolah,” ucapnya.
Mulai tahun depan Pemkot memiliki program untuk membuat makanan yang dijual di sekolah itu sehat. Dia pun menegaskan, jika ada pedagang yang mencoba berjualan makanan yang tidak sehat dan bisa berdampak terhadap anak-anak, maka penjual tersebut dilarang berjualan di sekolah. “Jangan sampai ditemukan ada yang menjual makanan yang tidak sehat bagi anak-anak. Kalau ditemukan, maka kita akan larang dia berjualan di sekolah,” tegas dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Multi Juhto Bhatarendro mengatakan, imunisasi pada waktu bayi merupakan dosis pertama dan perlu dilakukan dosis tambahan dalam rangka memberikan perlindungan secara maksimal terhadap bayi dan balita dari serangan bakteri maupun virus yang dapat menyebabkan penyakit.
“Saya harap masyarakat secara sadar mendorong anak-anaknya di bawah enam tahun untuk diimunisasi,” harapnya.
Dia meminta seluruh pihak mendukung kegiatan pekan imunisasi ini karena menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan perlindungan terhadap seluruh bayi dan anak dari penyakit campak serta polio. (jm)

Data Membantu Pengembangan KLA

Dilatarbelakangi perlunya penyajian data untuk memudahkan dalam mengukur Kota Layak Anak (KLA), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) RI menggelar pelatihan sistem pendataan dan pengelolaan website kabupaten/kota layak anak (KLA) www.kla.or.id. Pelatihan ini digelar mulai tanggal 9 – 12 Oktober 2011 di Hotel Millennium, Jakarta. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 68 peserta dari 34 kabupaten/kota se Indonesia.
            Kota Pontianak mengirim dua orang staf untuk mengikuti pelatihan ini, satu dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) dan satu dari Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Pontianak. Selain itu, Kota Pontianak  juga ditunjuk sebagai salah satu yang membantu fasilitator dalam memberikan pelatihan ini karena dinilai aktif memberikan kontribusi dalam pengelolaan dan penyajian data terhadap website KLA.
Website KLA ini merupakan media komunikasi dan penyebarluasan informasi di bidang perlindungan anak untuk menyajikan berbagai informasi yang berkaitaan dengan perlindungan anak dengan fokus pada anak berhadapan dengan hukum, masalah sosial anak, kekerasan terhadap anak, hak sipil dan partisipasi anak, dan masalah pendidikan serta kesehatan anak.
Asisten Deputi Pengembangan KLA Kementerian PP dan PA, Lenny N Rosalin mengatakan, ada 76 kabupaten/kota yang menuju pada KLA. “Ini ditandai inisiasi dengan melakukan berbagai aktifitas pengembangan berbagai program untuk menuju KLA,” ujarnya.
Lenny menambahkan, sebagaimana tertuang dalam tahap pengembangan KLA salah satunya adalah unsur data. Oleh karena itu, perlu adanya sistem pendataan yang akurat, reliable dan selalu up to date. “Tujuan digelarnya pelatihan ini adalah untuk menciptakan tenaga operator yang profesional dalam menghimpun, mengelola dan mempresentasikan data indikator KLA sehingga tersaji data yang bisa diakses oleh siapapun yang membutuhkan data-data KLA,” jelas dia.
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini diantaranya cara menginput data, mengupload dan mendownload artikel, berita maupun video terkait KLA serta teknik penulisan artikel dan berita.
Untuk itu, dia mengajak para peserta setelah mengikuti pelatihan ini supaya lebih aktif dalam memberikan kontribusinya terhadap website KLA tersebut. “Data dasar KLA sangat diperlukan karena tanpa itu maka pengembangan KLA tidak akan berhasil,” tegasnya.
Kota Pontianak terpilih sebagai salah satu Kota Layak Anak (KLA) dan menerima penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 Juli 2011 di Jakarta. Sebelumnya, Kota Pontianak dua tahun yang lalu dijadikan pilot project dan sekarang terpilih menjadi Kota Layak Anak. (jm)

Followship

 
 

© Bluberry Template Copyright by Kota Pontianak

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks