Lestarikan Tradisi Halal Bihalal

Untuk mempererat tali silaturrahmi pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Senin (12/9), Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Pontianak menggelar halal bihalal di aula rumah jabatan Wakil Walikota Pontianak. Halal bihalal ini dihadiri anggota PWRI yang terdiri dari mantan pejabat Pemkot serta pensiunan pegawai lainnya. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Pontianak, Paryadi.
            Paryadi mengatakan, halal bihalal ini bisa menjadi wadah bagi seluruh anggota PWRI untuk saling bersilaturahmi dan bertemu satu sama lainnya setelah beberapa tahun lamanya memasuki masa pensiun. “Dengan halal bihalal ini kita bisa saling memaafkan satu sama lainnya, yang mungkin ada kesalahan dan kekhilafan yang kita buat baik itu disengaja maupun tidak disengaja,” ujar Paryadi mengawali sambutannya di hadapan anggota PWRI yang hadir.
            Wakil Walikota menambahkan, halal bihalal ini merupakan suatu tradisi dalam masyarakat Indonesia yang perlu terus dilestarikan. “Ini merupakan tradisi yang unik dan baik untuk kita lestarikan. Artinya, rasa persaudaraan dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menumbuhkembangkan semangat persaudaraan untuk saling bekerja sama,” katanya.
            Sementara itu, Ketua PWRI Kota Pontianak, Laswardi Firman menghimbau kepada seluruh anggota PWRI agar segera memberitahukan jika ada yang mengalami musibah atau ada pihak keluarga yang meninggal dunia. “Tolong jika ada anggota PWRI yang mengalami musibah, hubungi kami minimal melalui telepon,” pungkasnya.
Usai acara halal bihalal, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah doorprize kepada anggota PWRI yang beruntung. (jm)

Investor Lirik Kawasan Pontianak Timur

Para investor mulai melirik wilayah Kecamatan Pontianak Timur karena memiliki prospek yang menjanjikan. Buktinya, salah satu investor yang ada di Kota Pontianak akan membangun pasar tradisional dengan nuansa modern. “Ini sebagai upaya pemerintah menggandeng investor membangun Pontianak sebagai perwujudan misi kota bertaraf internasional,” ujar Paryadi usai penancapan tiang pertama pembangunan Pasar Anggrek, Minggu (11/9) pagi.
            Paryadi berharap dengan keberadaan pasar ini sebagian masyarakat tidak lagi menganggap Pontianak Timur dianaktirikan dan bukan lagi kawasan tertinggal. “Sebenarnya pembangunan pasar ini sudah direncanakan dari tahun 2002, tapi baru terealisasi. Semoga tidak lagi anggapan Pontianak Timur sebagai kawasan tertinggal dengan adanya pasar ini,” katanya.
            Pasar ini bernama Pasar Anggrek, berlokasi di pertigaan Jalan Ya’M Sabran dan Sultan Hamid. Diharapkan pasar ini memiliki dampak ikutan yang dapat mensejahterakan masyarakat sekitar. “Mesti ada multiplayer effect-nya. Misalnya, NJOP di kawasan sekitar jadi meningkat dengan adanya pasar dan tentunya ekonomi masyarakat bisa lebih baik,” tutur dia.
            Pasar Anggrek ini letaknya dalam satu kawasan di mana ruko, kios dan lapak terpisah bangunannya. Pembangunan pasar ini murni investor, hanya lapak yang dikelola Pemkot Pontianak. “Kita mendukung swasta untuk membangunnya. Bangunannya swasta, kalau pedagang ingin berjualan di lapak berkoordinasi dengan kita,” terangnya.
            Paryadi mengajak masyarakat Pontianak Timur mesti mendukung pembangunan pasar itu. Diharapkan sebagian pasar sudah bisa berfungsi dalam kurun waktu satu tahun setengah.
            Direktur Utama PT Bumi Mitra Bersatu, yang membangun Pasar Anggrek, Anton Limbong mengungkapkan,  investasi pembangunan pasar ini sebesar Rp 98 miliar. Kawasan pasar ini akan dibangun 160 ruko, 64 kios dan 48 lapak. Namun barang yang dijual di pasar ini bersifat kering, tidak diperuntukan bagi pedagang ikan dan sejenisnya. “Pasar ini nantinya tidak untuk pedagang ikan atau barang yang basah, paling buah dan sayuran. Ini kita lakukan untuk menghindari limbah,” pungkasnya.(jm)
           

Atlet Jangan Sampai Menderita Di Hari Tua

Walikota Pontianak, Sutarmidji mengajak para atlet yang ada di Kota Pontianak untuk terus mencetak prestasi sebaik mungkin karena pemerintah akan memberikan perhatian dan penghargaan kepada mereka.
Masih banyaknya atlet di Indonesia dan Kalimantan Barat khususnya, yang tidak memiliki masa depan setelah tidak menjadi atlet bahkan kehidupannya menderita, diharapkan tidak akan terjadi lagi.
Di Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September lalu, pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga memberikan penghargaan kepada ribuan insan olahraga yang telah berprestasi dan memiliki andil besar terhadap kemajuan olahraga di tanah air.
Menanggapi hal tersebut, Sutarmidji menjelaskan bahwa pemerintah memang tidak main-main dalam memajukan olahraga di tanah air dan jika para atlet telah berprestasi hingga tingkat dunia maka pemerintah tidak segan-segan dalam memberikan penghargaan. Dirinya menyebutkan salah seorang mantan atlet balap sepeda asal daerah ini, Maruki matsum yang berhasil memperoleh penghargaan berupa satu buah rumah. “Berkat kerja kerasnya meraih prestasi di kancah sepeda dunia, dia berhasil memiliki satu
buah rumah yang harganya juga mahal,” ujar Sutarmidji.
 Walikota merasa prihatin, hingga saat ini masih banyak para atlet yang kehidupannya di hari tua sangat menderita. Dia mengatakan, sebelumnya pada saat masih menerima tenaga honorer di Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak banyak atlet yang direkrut dan saat ini para atlet tersebut telah menjadi seorang pegawai negeri sipil dan masa depannnya juga bisa terjamin.
Dia juga menghimbau agar para atlet yang ada di Kota Pontianak untuk bisa mengikuti jejak Maruki Matsum yang berhasil membawa nama baik daerah. “Mari para atlet Kota Pontianak, ukir prestasi setinggi-tingginya baik tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (jm)

Followship

 
 

© Bluberry Template Copyright by Kota Pontianak

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks